Monday, October 19, 2015

Atasi Banjir, Ahok Merasa Ditelikung Anak Buahnya

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku sedang bersiap untuk menghadapi musim hujan yang diprediksi mulai terjadi pada November 2015. Sayangnya, upaya untuk mengurangi genangan di Jakarta ini terkendala oleh kinerja anak buahnya sendiri.

Upaya untuk mengebut pengangkatan lumpur di Kali Ancol, Jakarta Utara (Jakut) selalu diperlambat. Anehnya, kondisi ini seperti sengaja dilakukan oleh anak buahnya seperti sengaja melakukan perlawanan.

Lebih lanjut Ahok mengatakan saat ini yang terjadi di Jakarta untuk memperbaiki adalah mengerjakan apa yang bisa dikerjakan.

Namun jika memang segelintir orang ini tidak mau mengerjakan Ahok menerapkan sistem pencopotan hingga pemecatan. "Kalau tidak mau kerjain ya sudah pecat terus saja sampai ketemu yang baik," ujarnya.

selengkapnya : http://metro.sindonews.com/read/1052574/171/atasi-banjir-ahok-merasa-ditelikung-anak-buahnya-1444661939

Monday, October 12, 2015

Ahok Tak Beri Ampun Kios Penyebab Banjir

Terkait rencana penggusuran pedagang Pasar Karang Anyar, Sawah Besar, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan jika terbukti kios-kios di kawasan tersebut membuat banjir, akan segera dibongkar.
Kemarin ratusan pedagang berdemo di depan Balai Kota menolak penggusuran. Dari pihak Kecamatan Sawah Besar, para pedagang telah mendapat dua kali surat peringatan (SP), namun tak ada koordinasi dengan Pemprov DKI.
Fokus penertiban pedagang kali lima (PKL) adalah kios-kos yang didirikan di atas saluran air sehingga membuat drainase macet dan banjir. Sedangkan bagi kios-kios yang hanya menutupi sebagian badan jalan dan tidak di atas saluran air, Ahok mengatakan, masih bisa ditoleransi sampai pemerintah menemukan tempat relokasi.
selengkapnya : http://news.okezone.com/read/2015/09/15/338/1214402/ahok-tak-beri-ampun-kios-penyebab-banjir

Monday, October 5, 2015

Cegah Banjir di Jakarta, 2 Situ di Cibinong Disatukan

Memasuki musim penghujan, sejumlah proyek penanggulangan banjir DKI Jakarta di kawasan hulu Sungai Ciliwung, tepatnya di wilayah Kabupaten Bogor terus dikebut sejak Agustus. Meski demikian Pemkab Bogor mengaku proyek yang sebagian besar hanya rehabilitasi dan perbaikan dinilai masih kurang optimal untuk mengatasi banjir di Jakarta.

Alasan fokus perbaikan dua situ tersebut, selain untuk ikut serta dalam meminimalisir banjir Jakara, juga memiliki nilai jual yang cukup potensial untuk dijadikan objek wisata. "Rencananya hasil dari penyatuan dua situ itu akan dipromosikan menjadi salah satu objek wisata. Sebab, lokasinya sangat strategis letaknya persis di tengah pusat Pemkab Bogor,” ujarnya.

selengkapnya : http://metro.sindonews.com/read/1048435/171/cegah-banjir-di-jakarta-2-situ-di-cibinong-disatukan-1443360343

Monday, September 28, 2015

Normalisasi Jadi Solusi Banjir

Banjir tiap tahun mengusik Jakarta. Kerugian ekonomi akibat banjir pernah menembus Rp 5 triliun dan berdampak terhadap daerah lain di Indonesia. Setelah tertunda lebih dari 40 tahun, normalisasi Ciliwung jadi momentum untuk menata Ibu Kota agar setara kota lainnya di dunia.

Normalisasi yang sedang berjalan itu meliputi pekerjaan memperlebar kali, memperdalam kali, dan memperkuat dindingnya dengan beton, serta menambah jalan inspeksi. Hanya di kawasan bantaran yang masih hijau, seperti di kawasan Condet, Jakarta Timur, dinding Ciliwung diperkuat secara alami, dengan banyaknya pepohonan.

selengkapnya : http://megapolitan.kompas.com/read/2015/09/21/15230021/Normalisasi.Jadi.Solusi.Banjir?page=all

Monday, September 21, 2015

Heboh Air Banjir di Jepang Lebih Bersih dari Kolam Renang

Baru-baru ini, beredar foto-foto mengherankan yang awalnya disebar oleh netizen Tiongkok. Foto-foto itu menunjukkan stasiun subway di kota Timur Jepang, Hamamatsu, yang banjir. Namun, bukanlah kerusakan atau aspek tragis lainnya yang memicu kehebohan, melainkan mengenai betapa bersihnya air banjir tersebut.
Sebagai penduduk Indonesia, khususnya Jakarta yang setiap kali banjir timbul air cokelat keruh, Anda juga mungkin akan terheran-heran dengan foto-foto yang menunjukkan air bening menggenangi lorong-lorong bawah tanah tersebut.

selengkapnya : http://global.liputan6.com/read/2316435/heboh-air-banjir-di-jepang-lebih-bersih-dari-kolam-renang

Monday, September 14, 2015

Agar tak banjir saat musim hujan, selokan mulai dibersihkan

Sebelum musim penghujan datang, sejumlah selokan di Jakarta mulai dikeruk dari timbunan sampah. Seperti halnya yang dilakukan puluhan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) yang membersihkan saluran air di daerah Penjaringan tepatnya di Jalan Bakti, Penjaringan, Jakarta Utara.

Lanjutnya, puluhan petugas ini pun dibekali peralatan seperti gerobak motor untuk mengangkut sampah yang ada di saluran dan sekitarnya, serta cangkul, sapu lidi dan alat lainnya.

selengkapnya : http://www.merdeka.com/jakarta/agar-tak-banjir-saat-musim-hujan-selokan-mulai-dibersihkan.html

Monday, September 7, 2015

Tak Ada Solusi Mudah untuk Mengatasi Banjir

Banjir bukanlah hal baru yang dihadapi masyarakat Belanda. Dengan sebagian besar daratan di wilayah pesisir Belanda berada di bawah permukaan laut, risiko banjir senantiasa mengancam.

Pengalaman kota-kota besar di pesisir Belanda, seperti Amsterdam dan Rotterdam, mencegah wilayahnya tenggelam oleh banjir menjadi pelajaran berharga bagi Jakarta yang masih dilanda banjir setiap tahun.

selengkapnya : http://megapolitan.kompas.com/read/2015/08/26/23055051/Tak.Ada.Solusi.Mudah.untuk.Mengatasi.Banjir