Showing posts with label banjir bagaimana menghadapinya. Show all posts
Showing posts with label banjir bagaimana menghadapinya. Show all posts

Thursday, December 31, 2015

Apa Saja Langkah-Langkah Untuk Mengatasi Banjir ?

Langkah-langkah untuk mengatasi banjir akan Anda temui dalam artikel berikut ini. Namun sebelumnya, perlu Anda ketahui bahwa dari beberapa kota besar yang ada di Indonesia, Jakarta
merupakan salah satu kota yang memiliki daya tarik tersendiri sehingga banyak penduduk Indonesia yang hijrah dan mengadu nasib di Jakarta. Akibatnya kepadatan penduduk Jakarta semakin meningkat dan hal itu tidak dapat dielakkan. Bukan hanya kepadatan penduduk yang semakin meningkat, bahkan kepadatan pemukiman hingga kepadatan lalulintas juga ikut meningkat. Semua itu berdampak pula kepada tingkat kuantitas dan kualitas lingkungan hidup seperti udara, air dan tanah.

Mengatasi banjir dengan menanam pohon
Menanam pohon dapat dilakukan di pekarangan rumah, sekolah, kantor dan tempat tempat umum lainnya. Keberadaan pohon atau tanaman dapat menunjang terciptanya kota yang hijau, mengurangi polusi udara, mengurangi jumlah debit air hujan yang mengalir di permukaan tanah, dapat mengatasi banjir dan menjadikan langit yang biru.

selengkapnya : http://resapanbiopori.blogspot.co.id/2014/04/berbagai-langkah-mengatasi-banjir.html

Monday, December 7, 2015

Siaga Banjir, BPBD DKI Siapkan 20 Ribu Personel

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta telah menyiagakan puluhan ribu personel untuk mengantisipasi banjir tahun ini.

Kepala Seksi Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Andi Firdaus mengatakan jika digabung antara relawan, personel BPBD, dan TNI/Polri maka jumlahnya mencapai 20 ribu personel.

Sebagaimana biasa, untuk melakukan penanganan dan penanggulangan banjir, BPBD menggandeng berbagai pihak diantaranya, Polda Metro Jaya, Kodam Jaya, Non-Goverment Organization (NGO), dan relawan-relawan. Sebanyak 11 satuan kerja perangkat daerah (SKPD) juga di koordinasikan untuk siaga banjir.

selengkapnya : http://news.okezone.com/read/2015/12/01/338/1258658/siaga-banjir-bpbd-dki-siapkan-20-ribu-personel

Monday, November 23, 2015

Usai Banjir, Warga Kampung Pulo Derita Gatal-gatal

Setelah dilanda banjir kiriman dari Bogor setinggi betis orang dewasa, kini warga warga Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jakarta Timur mengalami gatal-gatal.

Sebelumnya diberitakan, hujan deras yang mengguyur kawasan hulu Sungai Ciliwung mengakibatkan debit air meningkat setinggi 210 cm dengan status siaga satu. Akibatnya beberapa daerah di bantaran kali Ciliwung terendam banjir.

selengkapnya: http://metro.sindonews.com/read/1062358/171/usai-banjir-warga-kampung-pulo-derita-gatal-gatal-1447763882

Monday, October 12, 2015

Ahok Tak Beri Ampun Kios Penyebab Banjir

Terkait rencana penggusuran pedagang Pasar Karang Anyar, Sawah Besar, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan jika terbukti kios-kios di kawasan tersebut membuat banjir, akan segera dibongkar.
Kemarin ratusan pedagang berdemo di depan Balai Kota menolak penggusuran. Dari pihak Kecamatan Sawah Besar, para pedagang telah mendapat dua kali surat peringatan (SP), namun tak ada koordinasi dengan Pemprov DKI.
Fokus penertiban pedagang kali lima (PKL) adalah kios-kos yang didirikan di atas saluran air sehingga membuat drainase macet dan banjir. Sedangkan bagi kios-kios yang hanya menutupi sebagian badan jalan dan tidak di atas saluran air, Ahok mengatakan, masih bisa ditoleransi sampai pemerintah menemukan tempat relokasi.
selengkapnya : http://news.okezone.com/read/2015/09/15/338/1214402/ahok-tak-beri-ampun-kios-penyebab-banjir

Monday, October 5, 2015

Cegah Banjir di Jakarta, 2 Situ di Cibinong Disatukan

Memasuki musim penghujan, sejumlah proyek penanggulangan banjir DKI Jakarta di kawasan hulu Sungai Ciliwung, tepatnya di wilayah Kabupaten Bogor terus dikebut sejak Agustus. Meski demikian Pemkab Bogor mengaku proyek yang sebagian besar hanya rehabilitasi dan perbaikan dinilai masih kurang optimal untuk mengatasi banjir di Jakarta.

Alasan fokus perbaikan dua situ tersebut, selain untuk ikut serta dalam meminimalisir banjir Jakara, juga memiliki nilai jual yang cukup potensial untuk dijadikan objek wisata. "Rencananya hasil dari penyatuan dua situ itu akan dipromosikan menjadi salah satu objek wisata. Sebab, lokasinya sangat strategis letaknya persis di tengah pusat Pemkab Bogor,” ujarnya.

selengkapnya : http://metro.sindonews.com/read/1048435/171/cegah-banjir-di-jakarta-2-situ-di-cibinong-disatukan-1443360343

Monday, August 3, 2015

Potensi Banjir Bulan Juli, Agustus dan September

Pembuatan prakiraan potensi banjir ini merupakan hasil kerjasama dari 3 (tiga) instansi: BMKG, DitJen Sumber Daya Air Departemen Pekerjaan Umum dan Badan Informasi Geospasial (BIG). Dalam hal ini BMKG sebagai penyedia informasi prakiraan hujan bulanan, PSDA PU daerah rawan banjir dan Badan Informasi Geospasial (BIG) menyiapkan peta dasar (RBI, Sistem Lahan, dan Land Cover) Prakiraan potensi banjir yang disampaikan meliputi potensi banjir tinggi, menengah, rendah dan aman dari kejadian banjir.

Read more: http://www.bmkg.go.id/BMKG_Pusat/Informasi_Iklim/Potensi_Banjir.bmkg#ixzz3hS2qo5sQ

Friday, July 24, 2015

Berita Banjir Yang Masih Terjadi Disekitar Kita

Banjir merendam ribuan rumah di Kabupaten Aceh Jaya pada hari kedua jelang Lebaran (H-2) atau Rabu 15 Juli. Banjir juga menggenang tempat ibadah, sarana pendidikan, dan kantor kepala desa.

Tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun aktivitas warga menjadi lumpuh. Meski banjir mencapai ketinggian 1,5 meter, warga tetap bertahan di rumah masing-masing dan enggan mengungsi.

"Kami butuh bantuan pemerintah karena sudah sangat menderita dengan kondisi ini," pinta Saifullah

selengkapnya : http://news.metrotvnews.com/read/2015/07/15/413296/h-2-banjir-setinggi-1-5-meter-rendam-ribuan-rumah-di-aceh

Thursday, May 7, 2015

Tips Mengemudi Aman Melewati Banjir

Ingin kendaraan Anda selamat saat banjir mengepung? PT Toyota Astra Motor memberikan tips mengemudi aman melewati banjir, berikut tipsnya:

  1. Pastikan bahwa ketinggian air tidak melebihi knalpot atau saringan udara. Jika melebihi, Anda lebih baik menghindari genangan air tersebut.

  2. Bila air tidak melebihi knalpot maupun saringan udara, jalankan kendaraan dengan putaran mesin (rpm) tinggi dan posisi gigi rendah 1 atau 2. Anda bisa menggunakan rpm 2.000 - 3.000. Pancal pedal gas terus menerus, jangan diayun atau diturunkan karena akan menyebabkan gelombang air masuk ke knalpot atau saringan udara.

  3. Jika mesin kendaraan tiba-tiba mati, periksa apakah knalpot terendam air dan saringan udara basah. Jika terendam air, lebih baik mesin jangan dihidupkan.

  4. Bawalah kendaraan Anda ke bengkel dengan cara ditarik, atau hubungi bengkel terdekat untuk diderek.

selengkapnya : http://www.akibaterai.com/tipsdetil.php?id=97

Monday, April 13, 2015

Tips Menghadapi Bahaya Banjir

Tips ini sebenarnya universal, baik untuk kita semua, karena tips ini untuk mencegah banjir, menghadapi banjir, menanggulangi banjir. Jadi bila kita ngga mau kebanjiran, sudah saatnya mulai sekarang kita melaksanakan tips-tips berikut.

 berikut tips menghadapi banjir dikala musim hujan tiba, dari berbagai sumber : 

Sebelum Banjir 
• Kerja bakti membersihkan saluran air 
• Melaksanakan kegiatan 3M (Menguras, Menutup dan Menimbun) benda-benda yang dapat menjadi sarang nyamuk 
• Membuang sampah pada tempatnya 
• Menyediakan bak penyimpanan air bersih 
Saat Banjir 
• Evakuasi keluarga ketempat yang lebih tinggi 
• Matikan peralatan listrik/sumber listrik 
• Amankan barang-barang berharga dan dokumen penting ke tempat yang aman 
• Ikut mendirikan tenda pengungsian, pembuatan dapur umum 
• Terlibat dalam pendistribusian bantuan 
• Mengusulkan untuk mendirikan pos kesehatan 
• Menggunakan air bersih dengan efisien 
Sesudah Banjir 
• Membersihkan tempat tinggal dan lingkungan rumah 
• Melakukan pembrantasan sarang nyamuk ( PSN ) 
• Terlibat dalam kaporitisasi sumur gali 
• Terlibat dalam perbaikan jamban dan saluran pembuangan air limbah (SPAL) Menghadapi banjir: 
• Pada saat banjir kita harus segera mungkin mengamankan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi.
• Matikan aliran listrik di dalam rumah atau hubungi PLN untuk mematikan aliran listrik di wilayah yang terkena banjir.
• Mencoba mengungsi ke daerah aman sedini mungkin saat genangan masih memungkinkan untuk di seberangi. 
• Hindari berjalan didekat sluran air untuk menghindari terseret arus banjir. 
• Jika air terus meninggi hubungi instansi yang terkait dengan penanggulangan bencana seperti Kantor kepala desa, Lurah maupun Camat. 
Mencegah banjir: 
1. Mengeruk sungai/kali dan saluran air yang ada di sekitar kita, sebaiknya jangan nungguin pemerintah yang melakukan, percuma kalau ditungguin kelamaan. 
2. Membuat sumur resapan air di sekitar rumah kita 
3. Membuat lubang-lubang biopori 
4. Memperlebar dan merehabilitasi kali/sungai, untuk menambah kapasitas sungai dalam menampung debit air 
5. Jangan membuang sampah di sungai atau saluran air 
Menghadapi banjir
1. Jangan panik 
2. Utamakan keselamatan diri kita dan keluarga, terutama anak-anak yang masih kecil dan balita. 
3. Amankan surat-surat berharga dan file yang penting, seperti surat tanah, ijazah, kartu keluarga, dll.
4. Cabut dan pindahkan semua barang elektronik, turunkan sekring listrik agar tidak terjadi konsleting listrik dan kesetrum. 
5. Kita bisa membuat tanggul penahan air sementara di depan pintu rumah kita dari semen, agar air yang masuk kedalam tidak terlalu banyak. 

source : http://www.metro.polri.go.id/tips-menghadapi-bahaya-banjir

Friday, April 3, 2015

Penanganan Banjir Yang Efektif Dan Efisien

Penanganan air hujan di pemukiman penduduk agar tidak menimbulkan banjir adalah penanganan yang terintegrasi dengan melibatkan semua lapisan masyarakat. Berikut ini adalah langkah-langkah
penanganannya :

selengkapnya : http://ilmu-ekonomi.net/artikel-terbaru-english/penanganan%20banjir-english.pdf

Friday, March 20, 2015

5 Tips Berkendara Ketika Banjir Agar Mesin Tidak Mati

5 Tips Berkendara Ketika Banjir Agar Mesin Tidak Mati

1. Putaran mesin stabil.

Bagi sebagian orang jika berkendara pelan pasti senang memainkan gas, jika ini anda lakukan pada saat menerjang banjir kemungkinan besar mesin akan mati, kenapa? karena saat mesin dalam putaran tinggi lalu kemudian turun secara mendadak, dan naik lagi akan membuat mesin menyedot bahan bakar lebih banyak, dan air dapat masuk melewati knalpot motor, karena tendangan balik mesin lebih besar.

2. Usahakan stabil diputaran mesin tinggi.

Pada saat diputaran mesin tinggi maka gas yang keluar pada knalpot akan tinggi juga, dan air tidak sempat masuk melalui knalpot

3. Tidak menggunakan motor bebek.

Motor bebek memang nyaman dikendarai, tetapi karena kebanyakan menggunakan mesin rebah posisi busi akan lebih rendah, jika terendam air lama akan menyebabkan busi macet.

4. Jangan melepas saringan udara.

Melepas saringan udara sama saja dengan membiarkan udara masuk dengan bebas ke pembakaran, tanpa disaring. Apa jadinya jika air yang masuk, tentu saja mesin akan macet. Ini juga berlaku saat hujan deras.

5. Cari jalan lain atau berteduh.

Usahakan mencari jalan lain yang tidak tergenang banjir, atau berteduh sebentar, jika banjir tidak mungkin untuk dilewati.

Sedikit saran bagi pengendara motor, ketika cuaca sudah menunjukkan tanda-tanda akan hujan, seperti mendung sebaiknya anda mengurungkan niat untuk pergi jauh karena dikawatirkan akan hujan lebat atau malah akan jadi banjir. Jika anda nekat untuk menerjang hujan, usahakan kondisi motor baik dan tidak sering macet.

source : http://jagatotomotif.com/5-tips-berkendara-ketika-banjir-agar-mesin-tidak-mati/

Thursday, March 12, 2015

Cara Negara Jepang Mengatasi Banjir

Ternyata jepang Mempunyai Terowongan dan Saluran Pembuangan Air di bawah tanah, sehingga menjamin semua air hujan disalurkan ke laut sehingga tidak ada banjir saluran bawah tanah ini berada di sebagian besar daerah di jepang . Anda akan kagum pada saluran bawah tanah yang luas dan efisien menanggulangi banjir.

artikel selengkapnya : http://www.gallerydunia.com/2010/12/ini-dia-cara-jepang-mengatasi-banjir.html

Monday, February 16, 2015

Banjir Bagaimana Menghadapinya

Rencana Menghadapi Banjir

  1. Kembangkan suatu rencana keluarga menghadapi bencana. Kembangkan rencana menghadapi banjir secara khusus, sesuai dengan kasus yang sering kita hadapi di wilayah kita. Kita hubungi Palang Merah Indonesia dan kantor yang menangani bencana untuk meminta penjelasan mengenai wilayah yang beresiko banjir. Kita juga harus tahu daerah dataran tinggi yang dapat dipergunakan sewaktu-waktu, jika terjadi banjir.
  2. Jika menghadapi banjir – hubungi agen asuransi. Tanyakan tentang program asuransi banjir.
  3. Merencanakan kebutuhan yang diperlukan pada saat pengungsian atau tetap tinggal di rumah. Semua orang di rumah diharapkan mengetahui tempat penyimpanan kebutuhan jika harus meninggalkan rumah. Berusaha membuat rencana yang dibuat pada detik-detik terakhir akan merepotkan dan membuat panik.
  4. Mendiskusikan banjir dengan keluarga. Semua orang perlu mengetahui harus berbuat apa jika semua anggota keluarga tidak bersama-sama. Mendiskusikan banjir sebelum waktu yang ditentukan mengurangi ketakutan dan biarkan semua orang mencari jawabannya sendiri.

Apa Yang Harus Dikatakan Kepada Anak-anak

  1. Jika kita terkena banjir, berhentilah, dan pergilah ke jalan yang lain. Kita juga perlu memanjat ke bagian yang lebih tinggi. Banyak orang terhanyut karena menyeberangi banjir. Hal ini dapat mengakibatkan luka-luka dan kematian.
  2. Menghindari daerah banjir, meskipun kelihatan aman. Pada saat banjir segala sesuatu akan terjadi tanpa perhitungan kita.
  3. Jangan pernah mencoba berjalan, berenang, atau main-main di air banjir. Kita tidak mampu melihat seberapa cepat air banjir sedang bergerak atau bahkan melihat lubang.
  4. Jika kita terjebak dalam angkutan umum, segeralah keluar dan carilah daerah yang aman, karena sarana angkutan juga bisa hanyut.
  5. Hati-hati terhadap ular di wilayah banjir. Banjir menghanyutkan ular atau binatang buas dari sarangnya.
  6. Hindari daerah teluk dan pusat pusaran arus.
  7. Jangan pernah berada di daerah air pasang, saluran air, parit, jurang atau terowongan. Ini sangat berbahaya, karena bisa saja kita dihanyutkan oleh air.
  8. Buanglah semua makanan yang telah terendam oleh air. Air banjir dicemari oleh berbagai bakteri dan kuman.


Bagaimana Cara Melindungi Harta Benda
  1. Menyimpan polis asuransi, dokumen, dan barang-barang lain yang berharga di Deposit box atau ruang di bawah tanah.
  2. Menghindari bangunan.
  3. Meletakkan barang-barang yang mudah rusak oleh banjir ke tempat yang lebih tinggi.
  4. Bangunlah penghalang banjir seperti bendungan, tanggul, dan dinding banjir untuk menghentikan air masuk rumah. Untuk membangunnya kita harus memperhatikan kode bangunan untuk persyaratan keselamatan yang dikeluarkan oleh pemerintah kota atau kabupaten.
  5. Menyegel dinding dengan campuran dasar yang kuat untuk menghindari rembesan air.
  6. Membicarakan tentang konstruksi bangunan untuk mendapatkan informasi lebih lanjut untuk mengurangi kerusakan pada saat banjir.


Media dan Gagasan Pendidikan Masyarakat
  1. Apakah semua anggota masyarakat sudah tergabung dengan program asuransi banjir. Jika belum, perlu didiskusikan dengan agen asuransi. Kita juga perlu menghubungi Palang Merah Indonesia dan kantor yang mengurus kedaruratan untuk meminta informasi seputar cara menghadapi banjir.
  2. Menerbitkan suatu bagian khusus di surat kabar lokal dengan informasi mengenai keadaan darurat banjir atau air bah.
  3. Menanyakan daerah dataran tinggi yang sewaktu-waktu akan dipergunakan sebagai daerah pengungsian jika terjadi banjir.
  4. Kita perlu mengetahui tentang perbedaan antara peringatan dan pemantauan yang disiarkan melalui radio atau tv.
  5. Menerbitkan rute pengungsian keadaan darurat untuk daerah yang cenderung akan menggenang.


Yang Harus Diperbuat Sebelum Banjir
  1. Jika hujan terus menerus selama beberapa jam, waspadai terhadap kemungkinan terjadinya banjir.
  2. Menggunakan radio dan tv untuk memantau perkembangan yang sedang terjadi tentang kemungkinan banjir.
  3. Jika sedang memarkir kendaraan, disarankan untuk menjauh dari parit atau sungai.


Yang Sebaiknya Dilakukan Selama Banjir
  1. Mendengarkan radio atau televisi yang melaporkan perkembangan banjir di wilayah kita.
  2. Semua orang harus menyiapkan kebutuhan untuk bertindak lebih cepat. Banjir dan air bah dapat terjadi dengan cepat dan tanpa peringatan. Jadi kita harus bertindak dengan seketika.
  3. Waspadalah mereka yang ada di daerah rendah agar siap-siap mengungsi ke dataran tinggi dengan segera.
  4. Menuruti nasehat dari pemerintah dan otoritas lokal yang memberi tahu tentang daerah banjir.


Yang Harus Diperbuat Setelah Banjir
  1. Mencari tempat perawatan medis yang diperlukan di rumah sakit yang terdekat. Air yang tercemar memungkinkan terjadinya infeksi lebih besar. Luka-luka perlu mendapatkan perhatian medis.
  2. Memberi bantuan kepada yang membutuhkan bantuan khusus, seperti bayi, orang tua jompo, dan orang dengan kecacatan.
  3. Menghindari wilayah banjir. Sehingga terhindar dari tanah longsor, jalan retak, lumpur, dan resiko lainnya.
  4. Melanjutkan mendengarkan siaran radio dan televisi, untuk mendengarkan informasi terkini.
  5. Memperhatikan bangunan rumah. Banjir sering mengikis dasar bangunan, sehingga bisa menyebabkan bangunan roboh.
  6. Menghindari memasuki bangunan sebelum pejabat lokal memberi izin dan menyatakan aman.
  7. Memeriksa saluran gas dan aliran listrik, untuk menghindari kebakaran.
  8. Membuat laporan atas kerusakan bangunan dan harta benda untuk mendapat klaim dari asuransi.
  9. Menguji dinding, lantai, pintu, tangga rumah, dan jendela untuk meyakinkan bahwa bangunan tidak dalam bahaya dari roboh.
  10. Hati-hati terhadap binatang berbisa, terutama ular beracun yang mungkin masuk kerumah karena terbawa oleh air.