Showing posts with label tips banjir. Show all posts
Showing posts with label tips banjir. Show all posts

Monday, August 31, 2015

Kampung Pulo, Kawasan Langganan Banjir sejak Zaman Belanda

Karena berada di bantaran Sungai Ciliwung, kawasan Kampung Pulo di Kampung Melayu, Jakarta Timur, sejak zaman Belanda tak pernah luput dari banjir. Setiap puncak musim hujan, banjir besar melanda kawasan ini. Jatuhnya korban jiwa pun beberapa kali terjadi namun warga tak tergerak untuk pindah, meski setiap banjir besar mereka harus mengungsi..

selengkapnya : http://tv.liputan6.com/read/2297876/kampung-pulo-kawasan-langganan-banjir-sejak-zaman-belanda

Monday, April 27, 2015

Potensi Banjir Bulan April, Mei dan Juni

Pembuatan prakiraan potensi banjir ini merupakan hasil kerjasama dari 3 (tiga) instansi: BMKG, DitJen Sumber Daya Air Departemen Pekerjaan Umum dan Badan Informasi Geospasial (BIG). Dalam hal ini BMKG sebagai penyedia informasi prakiraan hujan bulanan, PSDA PU daerah rawan banjir dan Badan Informasi Geospasial (BIG) menyiapkan peta dasar (RBI, Sistem Lahan, dan Land Cover) Prakiraan potensi banjir yang disampaikan meliputi potensi banjir tinggi, menengah, rendah dan aman dari kejadian banjir.

selengkapnya : http://www.bmkg.go.id/BMKG_Pusat/Informasi_Iklim/Potensi_Banjir.bmkg

Friday, April 3, 2015

Penanganan Banjir Yang Efektif Dan Efisien

Penanganan air hujan di pemukiman penduduk agar tidak menimbulkan banjir adalah penanganan yang terintegrasi dengan melibatkan semua lapisan masyarakat. Berikut ini adalah langkah-langkah
penanganannya :

selengkapnya : http://ilmu-ekonomi.net/artikel-terbaru-english/penanganan%20banjir-english.pdf

Tuesday, March 24, 2015

Menangani Bencana Banjir

Tips menghadapi banjir

Apabila Anda kebetulan tinggal di lingkungan yang rawan atau langganan banjir, berikut beberapa tips untuk mengatasi musibah ini dalam berbagai keadaan. Hal-hal yang harus dilakukan apabila terkena bencana banjir :

selengkapnya : http://9wiki.net/bencana-alam-banjir/

Sunday, March 22, 2015

Tips Cara Memperbaiki Mobil Setelah Kebanjiran

Untuk memperbaiki dan membersihkan mobil setelah kebanjiran hingga terendam lumpur memiliki beberapa tahap dan bagian penting yang harus diperhatikan. Ingin tahu caranya?

baca selengkapnya : http://erickomala.com/tips-cara-memperbaiki-mobil-bekas-banjir/

Saturday, March 14, 2015

5 Kisah Sukses Kota Dunia Atasi Banjir

Lain padang lain belalang, lain lubuk lain ikannya. Pepatah itu barangkali tidak berlaku bagi penanganan masalah banjir.

Peristiwa terendamnya sebagian besar wilayah Ibu Kota Jakarta pekan lalu membuat sejumlah kalangan menekankan pentingnya kita belajar dari pengalaman negara lain dalam mengatasi banjir.

Sejumlah kota di dunia sudah banyak yang mengalami permasalahan banjir seperti Jakarta saat ini. Kota-kota yang berhasil mengatasi banjir tentu patut dicontoh dan dipelajari.

artikel selengkapnya : http://www.merdeka.com/peristiwa/5-kisah-sukses-kota-dunia-atasi-banjir.html

Thursday, March 12, 2015

Cara Negara Jepang Mengatasi Banjir

Ternyata jepang Mempunyai Terowongan dan Saluran Pembuangan Air di bawah tanah, sehingga menjamin semua air hujan disalurkan ke laut sehingga tidak ada banjir saluran bawah tanah ini berada di sebagian besar daerah di jepang . Anda akan kagum pada saluran bawah tanah yang luas dan efisien menanggulangi banjir.

artikel selengkapnya : http://www.gallerydunia.com/2010/12/ini-dia-cara-jepang-mengatasi-banjir.html

Wednesday, March 11, 2015

Strategi Penanggulangan Banjir Pada Masa Jawa Kuno

Pada masa jawa kuno sudah dikenal sistem pengelolaan air. Usaha-usaha untuk mengelola air, tampaknya menjadi pusat perhatian dari penguasa-penguasa kerajaan. Adapun strategi yang digunakan untuk menanggulangi banjir adalah sebagai berikut:
1. Pembuatan aliran sungai yang dialirkan ke laut. Air yang melimpah dapat mengalir kelaut sehingga dapat terhindar dari bahaya banjir.
2. Pembuatan bendungan. Air sungai yang meluap dapat tertahan oleh bendungan sehingga air tidak menggenangi sawah maupun pemukiman penduduk. Air sungai tersebut kemudian dialirkan ke sawah-sawah melalui jaringan irigasi.

artikel selengkapnya : http://diabicara.blogspot.com/2009/11/strategi-penanggulangan-banjir-pada.html

Tuesday, March 10, 2015

Cara Mencegah Banjir dan Solusi Untuk Menanggulanginya

Cara Mencegah Banjir dan Solusi Untuk Menanggulanginya :

1.Penyebab terjadinya banjir
a. Curah hujan yang cukup tinggi
b. Penyerapan air yang kurang
c. Membuang sampah di sembarang tempat
d. Saluran air yang tersumbat

2. Dampak tejadinya banjir bagi perekonomian
a. Naiknya harga bahan-bahan pokok
b. Gagal panen
c. Lahan pertanian rusak
d. Jalan transportasi darat lumpuh total

3. Masalah yang dihadapi warga pasca banjir
a. Timbulnya penyakit
b. Kekurangan air Bersih
c. Bangunan-bangunan rusak dan kotor
d. Kekurangan sandang dan pangan

4. Bantuan dari pemerintah
a. Tim SAR
b. Posko kesehatan
c. Tenda-tenda darurat
d. Sandang pangan

5. Hambatan bagi tim SAR
a. Kurangnya sukarelawan
b. Medan yang di tempuh jauh dan sulit
c. Warga tak mau di evakuasi
d. Peralatan yang minim

6. Upaya Pemerintah dalam mengatasi banjir
a. Membuat gorong-gorong saluran air
b. Kanal Banjir
c. Penyuluhan tentang banjir
d. Mengadakan Reboisasi

7. Upaya dari para pencinta lingkungan dalam menjaga lingkungan
a. Menanam pohon (reboisasi)
b. Sadar akan kebersihan lingkungan
c. Ikut andil dalam demonstrasi positif untuk menjaga lingkungan
d. Menumbuhkan rasa peduli pada lingkungan kepada masyarakat umum.

source : http://www.miqbal20.net/2012/02/cara-mencegah-banjir.html

Saturday, February 28, 2015

Tips Mengatasi Rumah Kebanjiran

Bendung
Tidak ada salahnya mempersiapkan bendungan sederhana yang terbuat dari karung yang berisi pasir. Tumpuk karung-karung tersebut pada tempat-tempat sekitar rumah yang memungkinkan air banjir masuk. Dengan demikian apabila terjadi peningkatan debit dan volume air yang memicu pertambahan ketinggian air, air tidak gampang memasuki rumah.

Angkat
Angkat dan pindahkan beberapa perabot atau furniture yang terbuat dari kayu atau bahan lain turunan kayu. Perabot rumah tangga yang terbuat dari kayu memang rawan rusak apabila tergenang air. Apalagi jika perabot yang dimiliki adalah perabot mahal. Selain memindahkan beberapa perabot, tidak ada salahnya memindahkan beberapa sepatu dan sandal yang dapat hanyut terbawa arus air. Jangan lupa selamatkan perangkat elektronik seperti kulkas, tv, komputer dan lain lain.

Matikan Jaringan Listrik
Tidak ada salahnya mematikan aliran listrik rumah sementara, apalagi jika banjir yang terjadi memiliki ketinggian air yang cukup signifikan.

Jaga pasokan air
Bagi mereka yang menggunakan air berlangganan seperti PDAM, segera jaga ketersediaan air bersih untuk keperluan sehari-hari. Segera isi penuh bak kamar mandi dan tandon atas. Apabila menggunakan tandon tanam, segera pindahkan isinya kedalam ember atau tempat lain.

Sepatu boot karet
Segera kenakan sepatu boot yang terbuat dari karet ketika air sudah mulai memasuki rumah. Penggunaan sepatu boot dari karet berguna untuk melindungi kaki dari kuman ataupun benda tajam yang mungkin terbawa aliran air.

source : http://artikelduniawanita.com/tips-mengatasi-rumah-kebanjiran.html

Thursday, February 26, 2015

Jangan Panik Saat Banjir Ini Caranya

Sebelum Terjadinya Banjir


  1. Segera mungkin dapatkan pengumuman resmi dari sumber yang dapat dipercaya tentang banjir di wilayah Anda.
  2. Pastikan anda mencatat nomor telepon Posko Banjir untuk memperoleh informasi awal tentang bencana banjir di daerah anda (Posko Banjir/Satlak PBP)
  3. Dengarkan tentang perkembangan situasi melalui media elektronik radio FM/AM atau televisi Anda juga via RT atau RW lingkungan Anda. Dan jangan mudah terpancing isu. Dengarkan hanya informasi dari pemerintah atau aparat berwenang.
  4. Periksa dan bersihkan lubang saluran pembuangan air anda. Pastikan tidak ada masalah.
  5. Jika daerah Anda dipastikan menjadi langganan banjir setiap tahunnya, pastikan Anda dan keluarga Anda mengetahui jalur evakuasi dan tempat pengungsian dan letakkan dokumen penting di tempat yang aman atau masukkan pada wadah yang kedap/tahan air, agar tidak rusak.
  6. Pastikan bahwa Anda dan keluarga anda tahu benar dimana POSKO banjir terdekat dari rumah Anda.
  7. Buat perencanaan dengan keluarga, kalau perlu latihan evakuasi keluarga, sebagai persiapan jika banjir benarbenar datang.
  8. Sediakan Perlengkapan P3K dan alat-alat standard penyelamatan.
  9. Pastikan seluruh anggota keluarga Anda mengetahui langkah darurat jika banjir tiba.


Saat Hampir Banjir


  1. Dengar pengumuman dan berita dari radio.
  2. Penuhi tong, bak mandi, ember dan segala wadah air lainnya dengan air bersih. Karena saat banjir, air mungkin menjadi kotor dan sulit mendapatkan air bersih.
  3. Bawalah masuk perabot atau perkakas di luar rumah.
  4. Letakkan dokumen penting di tempat yang aman atau masukkan pada wadah yang kedap/tahan air, agar tidak rusak.
  5. Tutuplah dengan aman stop kontak listrik, jika perlu padamkan listrik dan saluran gas rumah Anda.
  6. Beritahu anggota keluarga Anda dan bersiaplah untuk mengungsi.
  7. Pastikan semua peralatan darurat standard, termasuk tas siaga bencana, telah disiapkan & berada ditempat yang mudah dijangkau.


Saat Banjir Tiba 


  1. Terus pantau pengumuman dan berita dari radio. Dan jangan mudah terpancing isu.Dengarkan hanya informasi dari pemerintah atau aparat berwenang.
  2. Siap sedialah dengan semua peralatan darurat standard, termasuk tas siaga bencana. Jangan keluar dari rumah kecuali telah dipastikan bahwa perlengkapan ini anda bawa.
  3. Perhatikan jalur evakuasi & tempat pengungsian yang telah dibuat oleh keluarga anda.
  4. Ingatlah bahwa aparat memerlukan waktu untuk tiba dilokasi pada saat bencana.


Sumber

Tuesday, February 24, 2015

Tips Hindari Penyakit Saat Banjir

Banjir di berbagai tempat tahun ini memang sangatlah memprihatinkan. Banyak keluarga yang kehilangan tempat tinggal, dan terpaksa mengungsi. Keadaan ini bertambah parah dengan mulai munculnya penyakit-penyakit pasca banjir. Hal ini dikarenakan oleh keadaan kebersihan yang sangat buruk pasca banjir, sampah yang menumpuk, kekurangan air bersih dan makanan yang bergizi,  keadaan suhu dan iklim yang lembab, terlebih tempat pengungsian yang sangat padat. Semua keadaan ini ditambah lagi dengan kondisi fisik para korban banjir yang lemah karena kurang tidur dan lelah membereskan barang-barang, sehingga memperburuk penyakit yang diderita.
Penyakit-penyakit yang rawan terkena pada korban banjir antara lain : Penyakit kulit ( jamur, bakteri , parasit, dan virus ). Penyakit pada saluran pencernaan. Penyakit saluran pernafasan. Penyakit infeksi ( Demam berdarah, Demam typhoid, Leptospirosis, dsb ). Penyakit saluran pernafasan.  

Berikut ini adalah tips-tips untuk korban banjir dan tenaga paramedis atau relawan banjir dalam pencegahan dan penanganan penyakit pasca banjir :

-Jaga kebersihan lingkungan ( sampah, genangan air, dan sebagainya).
-Jaga kebersihan rumah dan tempat pengungsian  ( kasur dan kursi sofa yang terendam , got atau saluran air, dapur, dan kamar mandi, usahakan ventilasi yang baik   terutama pada tempat pengungsian).
-Jaga kebersihan diri sendiri. Hindari makan jajan sembarangan , terutama jajanan es  dan makanan yang tidak panas atau tidak dimasak dengan baik.
-Gunakan air bersih untuk minum, bila perlu masaklah terlebih dahulu air sampai mendidih.
-Usahakan makan teratur dan dengan gizi yang baik dan cukup istirahat.
-Bagi paramedis dan tim relawan, jagalah kesehatan diri sendiri. Waspadai selalu dan  prioritaskan pertolongan  pada korban dengan  penyakit serius ( demam berdarah , flu burung , leptospirosis, demam tyhoid, dsb) dengan gejala seperti demam tinggi dalam waktu beberapa hari, pegal2 dan nyeri otot seluruh badan,  badan kuning, gangguan pernafasan, dehidrasi berat akibat diare dan muntah, dan sebagainya. Beritahukan pada dokter bila menemukan kecurigaan pada penyakit-penyakit tersebut.

source : http://www.tanyadok.com/berita/tips-hindari-penyakit-saat-banjir

Friday, February 20, 2015

Cara Menerjang Banjir Dengan Benar

Musim penghujan mulai yang sudah beberapa pekan kemarin tiba, membuat para pengguna jalan harus mengimbangi dan menyesuaikan perilaku pengemudi, karena kondisi aspal jalan yang basah, jarak pandang yang lebih pendek mengharuskan pengemudi lebih waspada dan lebih hati-hati.

Kondisi yang sering terjadi adalah menerjang genangan atau banjir. Kalau tidak cukup punya pengetahuan bagaimana cara mengendarai kendaraan saat menerjang banjir, pengendara mobil inginnya menerjang banjir atau genangan secepat mungkin bahkan ngebut. Tapi justru cara seperti itu akan berdampak buruk pada mobil.

Jadi bagaimanakah cara menerjang banjir yang benar ? berikut ini tips cara menerjang banjir dengan benar.  
Usahakan untuk tidak melintasi jalan yang sudah tergenang air lebih dari setengah ban mobil. Periksa juga sejauh mana kedalaman jalan yang terendam oleh air. Jika memang harus melalui jalan yang tergenang, arahkan kendaraan ke bagian tertinggi jalan, karena air berada pada titik dangkal di spot tersebut
Tidak perlu ngebut di tempat banjir, perlahan saja dengan kecepatan tidak lebih dari 3 kpj dan tambah menjadi 6 kpj ketika Anda sudah berada di tengah genangan. dan dan gunakan gigi rendah (gigi 1 atau "L" tergantung pada jenis transmisi). Karena beban mobil lebih berat waktu menerjang banjir. Jangan angkat kaki dari pedal gas. Mesin yang melambat dapat membiarkan air masuk melalui pipa knalpot dan merusak catalytic converter.
Jika memungkinkan, hindari berhenti ditengah banjir. Karena saat mobil berhenti, permukaan air akan naik di ruang mesin dan Pastikan juga tidak ada kendaraan yang mengarah ke kendaraan Anda, karena ombak kecil yang ditimbulkan dapat mendorong air masuk ke kendaraan, terutama jika gelombang air bergerak dengan kecepatan kencang.
Setelah keluar dari genangan, jangan langsung mengebut. Cukup berbahaya karena kondisi rem masih sangat licin,gunakan rem dengan perlahan untuk mengeringkannya. Injak rem dengan kaki kiri jika Anda sudah familiar dengan teknik ini. Lepas pedal rem ketika Anda merasa rem mulai bekerja.
Berhentilah sejenak untuk memeriksa dan memastikan tidak ada sampah seperti kantong plastik atau kotoran lain yang menempel di kisi-kisi radiator atau sirip belakangnya.

source : http://www.ordertoyota.com/2015/01/cara-menerjang-banjir-dengan-benar-tips.html

Saturday, February 14, 2015

Cara Mengatasi Dan Mencegah Banjir

1. Membuat Saluran Air Yang Baik
Dibutuhkan adanya sistem irigasi sampai pembuangan akhir yang jelas. Jangan sampai akhir saluran air yang ada berujung pada sebuah sungai mati atau tidak mengalir, sehingga airnya akan meluber. Saluran air yang baik bisa saja berupa kali besar yang bebas dari tumpukan sampah berfungsi menerima limpahan genangan air dari areal perumahan yang overload karena hujan, saluran air ini nantinya akan bermuara ke sungai besar di sekitar daerah tersebut. Saluran air yang baik juga bisa berupa Terowongan Saluran Air di Bawah Tanah, yang menjamin semua air hujan akan disalurkan menuju laut. Sistem yang seperti ini telah lama diterapkan oleh Negara berkembang seperti Jepang.

2. Buanglah Sampah Pada Tempatnya
Dibutuhkan kedisiplinan warga untuk membuang sampah di tempat sampah dan berakhir di tempat pembuangan akhir sampah. Pengelolahan sampah di tempat pembuangan akhir sampah juga sangat diperlukan, karena apabila sampah dibuang secara sembarangan dan terkena hujan deras, maka sampah tersebut akan mengikuti aliran air sampai sungai. Ini juga akan menjadi penyebab banjir.
Pengelolahan sampat yang tepat bisa membantu mencegah banjir. Tentu saja harus ada pemilahan dan pengelolahan yang tepat. Misalnya, dibedakan antara sampah organik dan sampak anorganik. Sampah organik seperti potongan sayuran, sisa makanan yang dapat dijadikan sebagai pupuk kompos. Sampah anorganik yang dapat didaur ulang seperti sampah plastik, kaleng, dan kertas.

3. Rajin Membersihkan Saluran Air
Perbaikan dan pembersihan saluran air tentu harus ada. Di wilayah tertentu bisa diadakan secara gotong royong. Penjagaan ini harus dilakukan secara terus menerus dengan waktu berkala. Bukan hanya sampah yang terbuang di saluran air, namun juga sampah dari saluran air seperti tumbuhan-tumbuhan air yang telah mati, jika berkumpul juga akan menghambat saluran air. Tanaman-tanaman di sekitar sungai pun perlu ditanam sebanyak mungkin yang fungsinya untuk memperkuat bantaran sungai sehingga mencegah terjadinya longsor di bantaran ke sungai.

4. Mendirikan Bangunan/Konstruksi Pencegah Banjir
Bendungan, yang memiliki bentuk seperti kolam air raksasa. Fungsinya untuk tempat menampung air dengan ukuran yang sangat besar. Selain itu, bendungan dapat difungsikan untuk pengairan, tempat pemancingan, atau tempat untuk pembangkit tenaga listrik
Tanggul, yang merupakan bangunan yang berbentuk tembok yang memagari pinggiran sungai. Bangunan ini dibuat untuk mencegah air meluap ke daerah-daerah yang berada di sekitar sungai.
Kanal air, yang merupakan sungai buatan untuk mengalirkan air sungai sehingga air sampai ke laut.

5. Menanam Pohon atau Tanaman di Area Sekitar Rumah
Masalah nyata di kota-kota besar adalah sedikitnya jumlah permukaan tanah yang memiliki penyerapan air yang baik, untuk itu diperlukan sesuatu yang dapat menyerap air dengan baik. Salah satunya adalah dengan menanam pohon berbatang besar atau tanaman yang memiliki daya serap air tinggi, seperti tanaman pacar air, pohon mangga, pohon duku, pohon kenanga, dll di areal sekitar rumah anda. Tanaman dapat menyerap air melalui akar, yang selanjutnya akan diangkut menuju batang dan daun oleh jaringan xilem. Apabila masing-masing rumah di kampung anda memiliki minimal satu pohon, maka dapat dipastikan kampung anda dapat terhindar dari banjir.

6. Melestarikan Hutan
Kegiatan pembalakan di mana perjalanan di daerah pinggir sungai digemari menyebabkan tanah terkikis dan runtuh ke sungai. Keadaan yang sama juga terjadi bila aktivitas pembalakan yang giat dilakukan di lereng-lereng bukit. Karena itu pemeliharaan hutan merupakan cara yang baik untuk mengatasi masalah banjir, karena hutan dapat dijadikan kawasan tadahan yang mampu menyerap air hujan dari mengalir terus ke bumi. Dengan melakukan reboisasi. Hutan dapat berfungsi sebagai bunga karang (sponge) dengan menyerap air hujan dan mengalir dengan perlahan-lahan ke anak-anak sungai. Ia juga bertindak sebagai filter dalam menentukan kebersihan dan kejernihan air. Hutan mampu menyerap air hujan dengan kisaran 20% banyaknya. Kemudian air hujan ini dibebaskan kembali ke atmosfir dalam reaksi kondensasi. Hanya dengan ini saja pengurangan air hujan dapat dilakukan.

7. Membuat Lubang Biopori
Lubang resapan biopori adalah teknologi tepat guna dan ramah lingkungan untuk mengatasi banjir dengan cara meningkatkan daya resapan air, mengubah sampah organik menjadi kompos dan mengurangi emisi gas rumah kaca (CO2 dan metan), memanfaatkan peran aktivitas fauna tanah dan akar tanaman, dan mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh genangan air seperti penyakit demam berdarah dan malaria.
Cara membuatnya cukup mudah, kita cukup membuat lubang di tanah dengan menggunakan bor tanah. Diameternya cukup 10 cm dengan panjang kira-kira sebesar 100 cm. Semakin banyak lubang biopori di halaman rumah, kita semakin aman dari bahaya banjir.

8. Membuat Sumur Serapan
Sumur resapan adalah sarana untuk penampungan air hujan dan meresapkannya ke dalam tanah. Sumur serapan berfungsi untuk membantu penyerapan air hujan ke dalam tanah dan kembali ke siklus air yang semestinya sehingga tidak menggenang di permukaan dan menyebabkan banjir. Penggalian sumur resapan bisa sampai tanah berpasir atau maksimal dua meter di bawah permukaan air tanah.

9. Proyek Pendalaman Sungai
Kebanyakan kejadian banjir berlaku karena kecetekan sungai. Jika sebelumnya sungai mampu mengalirkan sejumlah air yang banyak dalam sesuatu masa, kini pengaliran telah berkurang. Ini disebabkan proses pemendapan dan pembuangan bahan-bahan buangan. Langkah untuk menangani masalah ini adalah dengan menjalankan proses pendalaman sungai dengan mengorek semua lumpur dan kotoran yang terdapat di sungai. Bila proses ini dilakukan, sungai bukan saja menjadi dalam tetapi mampu mengalirkan jumlah air hujan dengan banyak.

10. Penggunaan Paving Stone untuk Jalan
Pembangunan jalan setapak dengan sistem paving block dapat membuat jalan lebih mudah menyerap air dibandingkan dengan penggunaan aspal, sehingga apabila hujan turun air banjir dapat terserap ke dalam tanah dengan cepat.
Di Negara berkembang seperti Amerika serikat telah diluncurkan jalan yang menggunakan photocatalytic cement, sebuah cara paving permukaan terbaru. Jalan ini mengandung partikel nano dari titanium dioksida. Dengan partikel ini, jalan tersebut mampu "memakan" asap dan menghapus gasnitrogen oksida dari udara. Selain itu, lebih dari 60 persen sisa kontruksi bisa didaur ulang.

Semoga menjadi hikmah..

source :
http://berbagi-10.blogspot.com/2013/12/10-cara-mengatasi-dan-mencegah-banjir.html

Thursday, February 12, 2015

Panduan Praktis Siaga Banjir

Sebelum Terjadinya Banjir :
1. Segera mungkin dapatkan pengumuman resmi dari sumber yang dapat dipercaya tentang banjir di wilayah Anda.
2. Pastikan anda mencatat nomor telepon Posko Banjir untuk memperoleh informasi awal tentang bencana banjir di daerah anda (Posko Banjir/Satlak PBP)
3. Dengarkan tentang perkembangan situasi melalui media elektronik radio FM/AM atau televisi Anda juga via RT/RW lingkungan Anda. Dan jangan mudah terpancing isu. Dengarkan hanya informasi dari pemerintah atau aparat berwenang.
4. Periksa & bersihkan lubang saluran pembuangan air anda. Pastikan tidak ada masalah.
5. Jika daerah Anda dipastikan menjadi langganan banjir setiap tahunnya, pastikan Anda dan keluarga Anda mengetahui jalur evakuasi dan tempat pengungsian dan letakkan dokumen penting di tempat yang aman atau masukkan pada wadah yang kedap/tahan air, agar tidak rusak.
6. Pastikan bahwa Anda dan keluarga anda tahu benar dimana POSKO banjir terdekat dari rumah Anda.
7. Buat perencanaan dengan keluarga, kalau perlu latihan evakuasi keluarga, sebagai persiapan jika banjir benar-benar datang.
8. Sediakan Perlengkapan P3K dan atau alat-alat standard penyelamatan.
9. Pastikan seluruh anggota keluarga Anda mengetahui langkah darurat jika banjir tiba.

Saat Hampir Banjir :
1. Dengar pengumuman dan berita dari radio.
2. Penuhi tong, bak mandi, ember dan segala wadah air lainnya dengan air bersih. Karena saat banjir, air mungkin menjadi kotor dan sulit mendapatkan air bersih.
3. Bawalah masuk perabot atau perkakas di luar rumah.
4. Letakkan dokumen penting di tempat yang aman atau masukkan pada wadah yang kedap/tahan air, agar tidak rusak.
5. Tutuplah dengan aman stop kontak listrik, jika perlu padamkan listrik dan saluran gas rumah Anda.
6. Beritahu anggota keluarga Anda dan bersiaplah untuk mengungsi.
7. Pastikan semua peralatan darurat standard, termasuk tas siaga bencana, telah disiapkan & berada ditempat yang mudah di jangkau.

Saat Banjir Tiba (Ketika berada di dalam rumah) :
1. Terus pantau pengumuman dan berita dari radio. Dan jangan mudah terpancing isu. Dengarkan hanya informasi dari pemerintah atau aparat berwenang.
2. Siap sedialah dengan semua peralatan darurat standard, termasuk tas siaga bencana. Jangan keluar dari rumah kecuali telah dipastikan bahwa perlengkapan ini anda bawa.
3. Perhatikan jalur evakuasi & tempat pengungsian yang telah dibuat oleh keluarga anda.
4. Ingatlah bahwa aparat memerlukan waktu untuk tiba di lokasi pada saat bencana.
5. Jika diarahkan oleh POSKO dan/atau RT/RW untuk keluar dan mengungsi, segera lakukan!

Saat Banjir Tiba (Ketika berada di luar rumah) :
1. Pergilah ke tempat yang tinggi dan aman.
2. Hindari melalui kawasan banjir, arus yang deras dapat menghanyutkan Anda dan keluarga Anda.
3. Jangan berjalan-jalan/melihat-lihat/berenang-renang di kawasan banjir, baik dengan rakit maupun berjalan kaki, berbahaya!
4. Jangan sampai menyentuh kabel-kabel yang jatuh atau Jangan menyentuh tiang listrik.
5. Awasi anak-anak, jangan biarkan mereka bermain-main di saluran air, sungai atau kawasan banjir dan arus deras lainnya.
6. Jangan minum dan memasak dengan air banjir.

Saat Banjir Tiba (Ketika berada di dalam kendaraan) :
1. Terus pantau pengumuman dan berita dari radio.
2. Jangan terus mengarungi/melalui kawasan banjir, segeralah berbalik arah.
3. Jika kendaraan Anda terhenti (mogok atau terjebak dalam kemacetan), segera kunci kendaraan Anda dan tinggalkanlah.
4. Segeralah pergi ke tempat yang aman. Nyawa Anda jauh lebih berharga.

Saat Evakuasi :
1. Apabila menerima pengarahan untuk evakuasi/mengungsi, segeralah mengungsi.
2. Segeralah mengungsi lebih awal, jauh sebelum air banjir meningkat atau saat hari masih siang, karena lebih mudah dan aman bagi Anda dan keluarga Anda.
3. Ikuti pengarahan yang diberikan POSKO dan/atau RT/RW.
4. Jangan mengganggu kerja aparat yang sedang memberikan bantuan dan mengevakuasi korban, karena hanya akan memperkeruh keadaan.
5. Tetap waspada akan bahaya bencana susulan, selamatkan diri dan keluara anda ke tempat yang aman atau lokasi pengungsian, dan jangan kembali ke tempat bencana.

Setelah Banjir Reda & Saat Memasuki Bangunan :
1. Dengar pengumuman radio atau tunggu pengarahan dari POSKO dan/atau RT/RW, jangan kembali ke rumah sebelum diperbolehkan atau sebelum keadaan benar-benar aman.
2. Beri bantuan kepada anggota keluarga Anda yang lemah (Orang tua, anak-anak, orang-orang sakit atau cacat).
3. Periksa rumah Anda, lihat jika ada tanda-tanda retakan di dinding atau kerusakan-kerusakan lainnya, mungkin berbahaya.
4. Jangan memasuki rumah yang masih di banjiri air, berhati-hatilah dengan berbagai bahaya-bahaya yang tersembunyi.
5. Pastikan anda memasuki rumah/bangunan menggunakan sepatu bot karet dan pelindung kepala/helm.
6. Periksa kerusakan dinding, lantai, pintu dan atap.
7. Periksa kemungkinan binatang atau serangga beracun dan berbahaya di dalam rumah (ular, kalajengking, kelabang, dll).
8. Gunakan batang kayu (kering) untuk memindahkan berbagai kotoran/timbunan barang yang berserak dilantai rumah Anda, untuk menghindari segala resiko seperti tersengat listrik atau digigit binatang beracun.
9. Perhatikan atap/enternit dan plaster dinding yang mungkin retak, rusak dan jatuh, agar tidak menimpa anggota keluarga.

Semoga menjadi panduan..

source :
http://dmii.or.id/panduan-praktis-siaga-banjir/

Monday, February 9, 2015

Tips Agar Tetap Bisa Travelling Selama Banjir

-Ketahui titik-titik rawan banjir. Mulai dengan mengumpulkan informasi yang bisa membantu anda membuat rencana perjalanan. Tidak cuma di rumah, anda juga bisa mengetahui perkembangan banjir sepanjang perjalanan dengan membaca koran atau media online. Update terus diri anda dengan informasi terbaru sehingga anda tahu harus ke mana dan lewat mana.

-Siapkan peralatan anti air. Satu hal yang harus diingat sebelum travelling ke destinasi yang terkena banjir adalah menyiapkan peralatan anti air atau waterproof. Peralatan tersebut dapat berupa tas atau pun kantong plastik. Peralatan ini akan berguna untuk melindungi gadget anda dari cipratan air. Anda pasti tidak mau gadget jadi rusak kan?

-Bawa barang sesuai kebutuhan. Jika travelling ke destinasi yang terkena banjir, maka bawalah barang yang sesuai kebutuhan. Misalnya, siapkan baju atau celana cadangan untuk jaga-jaga. Selain itu, jangan membawa gadget berlebih. Cukup bawa kamera atau handphone. Dengan begini anda bisa lebih tenang tanpa perlu takut gadget anda tercebur ke air banjir.

-Pakai baju yang praktis. Celana jeans atau sepatu kurang cocok untuk travelling ke destinasi yang terendam banjir. Siapkan kostum yang praktis agar memudahkan anda saat melewati genangan air. Pakai celana cargo yang bisa bikin anda bergerak leluasa. Jangan lupa juga bawa sendal jepit.

-Cari alternatif destinasi lain. Jika akses atau destinasi yang anda tuju sudah terendam air mencapai paha orang dewasa, sebaiknya anda mencari alternatif lain. Jangan paksa kan diri untuk datang ke tempat yang menjadi titik rawan banjir. Pilih jalur lain yang lebih mudah dituju.

Semoga dapat membantu..

source :
http://www.traxonsky.com/tips-agar-tetap-bisa-travelling-selama-banjir/

Friday, February 6, 2015

Tips Siaga Bencana Banjir

Upaya yang harus di lakukan sebelum terjadi banjir :

a. Petugas kesehatan

  • Membuat peta rawan dan jalur evakuasi
  • Menyusun rencana kontijensi (perencanaan kegiatan penanggulangan bencana yang di susun sebelum bencana terjadi)
  • Meningkatkan kegiatan penyuluhan kesehatan lingkungan
  • Membentuk tim kesehatan di setiap jejaring administrasi

Thursday, October 16, 2014

Tips Mencegah Mobil Matik Mogok Saat Banjir

Mobil mogok saat melintasi jalan yang banjir adalah pemandangan 'langganan' saat musim hujan tiba. Cara mencegah mobil mogok khususnya matik menjadi penting untuk diperhatikan agar tidak menghambat perjalanan Anda.

Sebagai pemilik mobil Automatic , Sie bersaudara memberikan beberapa tips bagi pemilik mobil. Anda yang mengendarai mobil bertransmisi otomatis sebaiknya memperhatikan hal-hal ini agar kendaraan tidak mati di wilayah rawan banjir.