Saturday, February 28, 2015

Tips Mengatasi Rumah Kebanjiran

Bendung
Tidak ada salahnya mempersiapkan bendungan sederhana yang terbuat dari karung yang berisi pasir. Tumpuk karung-karung tersebut pada tempat-tempat sekitar rumah yang memungkinkan air banjir masuk. Dengan demikian apabila terjadi peningkatan debit dan volume air yang memicu pertambahan ketinggian air, air tidak gampang memasuki rumah.

Angkat
Angkat dan pindahkan beberapa perabot atau furniture yang terbuat dari kayu atau bahan lain turunan kayu. Perabot rumah tangga yang terbuat dari kayu memang rawan rusak apabila tergenang air. Apalagi jika perabot yang dimiliki adalah perabot mahal. Selain memindahkan beberapa perabot, tidak ada salahnya memindahkan beberapa sepatu dan sandal yang dapat hanyut terbawa arus air. Jangan lupa selamatkan perangkat elektronik seperti kulkas, tv, komputer dan lain lain.

Matikan Jaringan Listrik
Tidak ada salahnya mematikan aliran listrik rumah sementara, apalagi jika banjir yang terjadi memiliki ketinggian air yang cukup signifikan.

Jaga pasokan air
Bagi mereka yang menggunakan air berlangganan seperti PDAM, segera jaga ketersediaan air bersih untuk keperluan sehari-hari. Segera isi penuh bak kamar mandi dan tandon atas. Apabila menggunakan tandon tanam, segera pindahkan isinya kedalam ember atau tempat lain.

Sepatu boot karet
Segera kenakan sepatu boot yang terbuat dari karet ketika air sudah mulai memasuki rumah. Penggunaan sepatu boot dari karet berguna untuk melindungi kaki dari kuman ataupun benda tajam yang mungkin terbawa aliran air.

source : http://artikelduniawanita.com/tips-mengatasi-rumah-kebanjiran.html

Thursday, February 26, 2015

Jangan Panik Saat Banjir Ini Caranya

Sebelum Terjadinya Banjir


  1. Segera mungkin dapatkan pengumuman resmi dari sumber yang dapat dipercaya tentang banjir di wilayah Anda.
  2. Pastikan anda mencatat nomor telepon Posko Banjir untuk memperoleh informasi awal tentang bencana banjir di daerah anda (Posko Banjir/Satlak PBP)
  3. Dengarkan tentang perkembangan situasi melalui media elektronik radio FM/AM atau televisi Anda juga via RT atau RW lingkungan Anda. Dan jangan mudah terpancing isu. Dengarkan hanya informasi dari pemerintah atau aparat berwenang.
  4. Periksa dan bersihkan lubang saluran pembuangan air anda. Pastikan tidak ada masalah.
  5. Jika daerah Anda dipastikan menjadi langganan banjir setiap tahunnya, pastikan Anda dan keluarga Anda mengetahui jalur evakuasi dan tempat pengungsian dan letakkan dokumen penting di tempat yang aman atau masukkan pada wadah yang kedap/tahan air, agar tidak rusak.
  6. Pastikan bahwa Anda dan keluarga anda tahu benar dimana POSKO banjir terdekat dari rumah Anda.
  7. Buat perencanaan dengan keluarga, kalau perlu latihan evakuasi keluarga, sebagai persiapan jika banjir benarbenar datang.
  8. Sediakan Perlengkapan P3K dan alat-alat standard penyelamatan.
  9. Pastikan seluruh anggota keluarga Anda mengetahui langkah darurat jika banjir tiba.


Saat Hampir Banjir


  1. Dengar pengumuman dan berita dari radio.
  2. Penuhi tong, bak mandi, ember dan segala wadah air lainnya dengan air bersih. Karena saat banjir, air mungkin menjadi kotor dan sulit mendapatkan air bersih.
  3. Bawalah masuk perabot atau perkakas di luar rumah.
  4. Letakkan dokumen penting di tempat yang aman atau masukkan pada wadah yang kedap/tahan air, agar tidak rusak.
  5. Tutuplah dengan aman stop kontak listrik, jika perlu padamkan listrik dan saluran gas rumah Anda.
  6. Beritahu anggota keluarga Anda dan bersiaplah untuk mengungsi.
  7. Pastikan semua peralatan darurat standard, termasuk tas siaga bencana, telah disiapkan & berada ditempat yang mudah dijangkau.


Saat Banjir Tiba 


  1. Terus pantau pengumuman dan berita dari radio. Dan jangan mudah terpancing isu.Dengarkan hanya informasi dari pemerintah atau aparat berwenang.
  2. Siap sedialah dengan semua peralatan darurat standard, termasuk tas siaga bencana. Jangan keluar dari rumah kecuali telah dipastikan bahwa perlengkapan ini anda bawa.
  3. Perhatikan jalur evakuasi & tempat pengungsian yang telah dibuat oleh keluarga anda.
  4. Ingatlah bahwa aparat memerlukan waktu untuk tiba dilokasi pada saat bencana.


Sumber

Tuesday, February 24, 2015

Tips Hindari Penyakit Saat Banjir

Banjir di berbagai tempat tahun ini memang sangatlah memprihatinkan. Banyak keluarga yang kehilangan tempat tinggal, dan terpaksa mengungsi. Keadaan ini bertambah parah dengan mulai munculnya penyakit-penyakit pasca banjir. Hal ini dikarenakan oleh keadaan kebersihan yang sangat buruk pasca banjir, sampah yang menumpuk, kekurangan air bersih dan makanan yang bergizi,  keadaan suhu dan iklim yang lembab, terlebih tempat pengungsian yang sangat padat. Semua keadaan ini ditambah lagi dengan kondisi fisik para korban banjir yang lemah karena kurang tidur dan lelah membereskan barang-barang, sehingga memperburuk penyakit yang diderita.
Penyakit-penyakit yang rawan terkena pada korban banjir antara lain : Penyakit kulit ( jamur, bakteri , parasit, dan virus ). Penyakit pada saluran pencernaan. Penyakit saluran pernafasan. Penyakit infeksi ( Demam berdarah, Demam typhoid, Leptospirosis, dsb ). Penyakit saluran pernafasan.  

Berikut ini adalah tips-tips untuk korban banjir dan tenaga paramedis atau relawan banjir dalam pencegahan dan penanganan penyakit pasca banjir :

-Jaga kebersihan lingkungan ( sampah, genangan air, dan sebagainya).
-Jaga kebersihan rumah dan tempat pengungsian  ( kasur dan kursi sofa yang terendam , got atau saluran air, dapur, dan kamar mandi, usahakan ventilasi yang baik   terutama pada tempat pengungsian).
-Jaga kebersihan diri sendiri. Hindari makan jajan sembarangan , terutama jajanan es  dan makanan yang tidak panas atau tidak dimasak dengan baik.
-Gunakan air bersih untuk minum, bila perlu masaklah terlebih dahulu air sampai mendidih.
-Usahakan makan teratur dan dengan gizi yang baik dan cukup istirahat.
-Bagi paramedis dan tim relawan, jagalah kesehatan diri sendiri. Waspadai selalu dan  prioritaskan pertolongan  pada korban dengan  penyakit serius ( demam berdarah , flu burung , leptospirosis, demam tyhoid, dsb) dengan gejala seperti demam tinggi dalam waktu beberapa hari, pegal2 dan nyeri otot seluruh badan,  badan kuning, gangguan pernafasan, dehidrasi berat akibat diare dan muntah, dan sebagainya. Beritahukan pada dokter bila menemukan kecurigaan pada penyakit-penyakit tersebut.

source : http://www.tanyadok.com/berita/tips-hindari-penyakit-saat-banjir

Sunday, February 22, 2015

Tips Untuk Mobil Anda Dalam Menghadapi Banjir

-Langkah pertama jangan memaksakan mobil menembus genangan air dengan ketinggian melebihi bemper kendaraan.
-Bila terpaksa anda harus melalui banjir. Perhatikan kondisi lalu lintas di depan anda, usahakan kendaraan anda dapat melaju tanpa harus berhenti.
-Pertahankan putaran mesin,jangan terlalu tinggi (1.500-2.000 Rpm).
-Putaran mesin yang terlalu rendah berakibat mesin dapat mati, sebaliknya bila putaran mesin terlalu tinggi dapat menyebabkan kipas yang terbuat dari plastik cenderung bengkok waktu terkena air. Bila demikian, kipas dapat membentur kisi-kisi radiator sehingga dapat menyebabkan radiator bocor.
-Jika kendaraan anda transimisi manual gunakan posisi gigi terendah dan melaju pelan pelan maksimal 10 Km/jam.
-Jika kondisi air terus meninggi sehingga gelombang air dari mobil depan diperkirakan dapat masuk kedalam saringan udara sebaiknya anda segera berputar mencari jalan lain. Perlu diingat, apabila kendaraan yang telah melewati banjir, rem mobil cenderung bekerja kurang sempurna. Hal ini dikarenakan sepatu rem dalam kondisi basah. Untuk mengeringkan sepatu rem agar dapat berfungsi dengan normal adalah dengan jalan menekan dengan lembut pedal rem beberapa kali saat kendaraan berjalan.

source : http://www.nasmocotoyotasolo.com/tips-trik.html?id=Tips_untuk_mobil_anda_dalam_menghadapi_banjir

Friday, February 20, 2015

Cara Menerjang Banjir Dengan Benar

Musim penghujan mulai yang sudah beberapa pekan kemarin tiba, membuat para pengguna jalan harus mengimbangi dan menyesuaikan perilaku pengemudi, karena kondisi aspal jalan yang basah, jarak pandang yang lebih pendek mengharuskan pengemudi lebih waspada dan lebih hati-hati.

Kondisi yang sering terjadi adalah menerjang genangan atau banjir. Kalau tidak cukup punya pengetahuan bagaimana cara mengendarai kendaraan saat menerjang banjir, pengendara mobil inginnya menerjang banjir atau genangan secepat mungkin bahkan ngebut. Tapi justru cara seperti itu akan berdampak buruk pada mobil.

Jadi bagaimanakah cara menerjang banjir yang benar ? berikut ini tips cara menerjang banjir dengan benar.  
Usahakan untuk tidak melintasi jalan yang sudah tergenang air lebih dari setengah ban mobil. Periksa juga sejauh mana kedalaman jalan yang terendam oleh air. Jika memang harus melalui jalan yang tergenang, arahkan kendaraan ke bagian tertinggi jalan, karena air berada pada titik dangkal di spot tersebut
Tidak perlu ngebut di tempat banjir, perlahan saja dengan kecepatan tidak lebih dari 3 kpj dan tambah menjadi 6 kpj ketika Anda sudah berada di tengah genangan. dan dan gunakan gigi rendah (gigi 1 atau "L" tergantung pada jenis transmisi). Karena beban mobil lebih berat waktu menerjang banjir. Jangan angkat kaki dari pedal gas. Mesin yang melambat dapat membiarkan air masuk melalui pipa knalpot dan merusak catalytic converter.
Jika memungkinkan, hindari berhenti ditengah banjir. Karena saat mobil berhenti, permukaan air akan naik di ruang mesin dan Pastikan juga tidak ada kendaraan yang mengarah ke kendaraan Anda, karena ombak kecil yang ditimbulkan dapat mendorong air masuk ke kendaraan, terutama jika gelombang air bergerak dengan kecepatan kencang.
Setelah keluar dari genangan, jangan langsung mengebut. Cukup berbahaya karena kondisi rem masih sangat licin,gunakan rem dengan perlahan untuk mengeringkannya. Injak rem dengan kaki kiri jika Anda sudah familiar dengan teknik ini. Lepas pedal rem ketika Anda merasa rem mulai bekerja.
Berhentilah sejenak untuk memeriksa dan memastikan tidak ada sampah seperti kantong plastik atau kotoran lain yang menempel di kisi-kisi radiator atau sirip belakangnya.

source : http://www.ordertoyota.com/2015/01/cara-menerjang-banjir-dengan-benar-tips.html

Wednesday, February 18, 2015

7 Tips Aman Berkendara Saat Banjir

1. Pilih Motor Jenis Bebek
Mungkin anda punya beberapa kendaraan dirumah. Pilihlah motor jenis bebek untuk anda kendarai melewati banjir. bisa dibilang motor jenis ini yang paling banyak digunakan saat ini, kemudahan penggunaanya dan adanya space dibagian depan untuk tempat barang, bagasinya ada dibawah sadel motor, dan yang paling penting ukurannya tinggi sehingga aman digunakan saat banjir. Mungkin hal itu yang membuat motor jenis ini menjadi pilihan primadona.

2. Hidupkan lampu
Tujuan menghidupkan lampu untuk memberikan sinyal kepada kendaraan lain, supaya pengendaranya tahu keberadaan anda, karena saat hujan jarak pandang menjadi sangat rendah, bahkan sedikit saja hujan menyebabkan kabut tebal.

3. Jaga kecepatan
Kondisi jalanan licin membuat rem tidak mencengkeram dengan baik, karena itu hindari berkecepatan tinggi dan pastikan anda sadar menjaga kecepatan kendaraan, jarak pandang dan lingkungan disekitar jalan.

4. Hindari genangan banjir
Jangan sembarangan menerjang genangan banjir, karena mesin dapat mati mendadak. Kecuali jika kendaraan anda didesain untuk hal itu, tapi tetap perhatikan tingkat genangan dengan tinggi mesin. Berkendaralah di belakang kendaraan lain untuk memastikan tidak ada lobang yang membahayakan anda.

5. Waspada dan berkonsentrasi
Tetap waspada dengan kondisi laju kendaraan disekeliling anda dan berkonsentrasi. Jangan berbicara dengan penumpang dan hindari mengangkat hape pada saat kondisi yang sulit seperti ini.

6. Pergunakan Alas Kaki
Pergunakanlah alas kaki yang tidak licin, tahan air, dan aman untuk berkendara. Siapkan juga jas hujan yang berbentuk baju dan celana, karena jas jenis ini lebih aman dibanding model ponco.

7. Jangan Hidupkan Motor Sembarangan
Apabila kendaraan mogok karena air masuk dalam saluran pembuangan gas, jangan langsung dihidupkan. Doronglah kendaraan anda ke tempat aman, karena bisa saja sistem pengapian mengalami konsleting dan dapat membuat kendaraan terbakar.


source : http://peutrang.blogspot.com/2014/01/tips-berkendara-saat-banjir.html

Monday, February 16, 2015

Banjir Bagaimana Menghadapinya

Rencana Menghadapi Banjir

  1. Kembangkan suatu rencana keluarga menghadapi bencana. Kembangkan rencana menghadapi banjir secara khusus, sesuai dengan kasus yang sering kita hadapi di wilayah kita. Kita hubungi Palang Merah Indonesia dan kantor yang menangani bencana untuk meminta penjelasan mengenai wilayah yang beresiko banjir. Kita juga harus tahu daerah dataran tinggi yang dapat dipergunakan sewaktu-waktu, jika terjadi banjir.
  2. Jika menghadapi banjir – hubungi agen asuransi. Tanyakan tentang program asuransi banjir.
  3. Merencanakan kebutuhan yang diperlukan pada saat pengungsian atau tetap tinggal di rumah. Semua orang di rumah diharapkan mengetahui tempat penyimpanan kebutuhan jika harus meninggalkan rumah. Berusaha membuat rencana yang dibuat pada detik-detik terakhir akan merepotkan dan membuat panik.
  4. Mendiskusikan banjir dengan keluarga. Semua orang perlu mengetahui harus berbuat apa jika semua anggota keluarga tidak bersama-sama. Mendiskusikan banjir sebelum waktu yang ditentukan mengurangi ketakutan dan biarkan semua orang mencari jawabannya sendiri.

Apa Yang Harus Dikatakan Kepada Anak-anak

  1. Jika kita terkena banjir, berhentilah, dan pergilah ke jalan yang lain. Kita juga perlu memanjat ke bagian yang lebih tinggi. Banyak orang terhanyut karena menyeberangi banjir. Hal ini dapat mengakibatkan luka-luka dan kematian.
  2. Menghindari daerah banjir, meskipun kelihatan aman. Pada saat banjir segala sesuatu akan terjadi tanpa perhitungan kita.
  3. Jangan pernah mencoba berjalan, berenang, atau main-main di air banjir. Kita tidak mampu melihat seberapa cepat air banjir sedang bergerak atau bahkan melihat lubang.
  4. Jika kita terjebak dalam angkutan umum, segeralah keluar dan carilah daerah yang aman, karena sarana angkutan juga bisa hanyut.
  5. Hati-hati terhadap ular di wilayah banjir. Banjir menghanyutkan ular atau binatang buas dari sarangnya.
  6. Hindari daerah teluk dan pusat pusaran arus.
  7. Jangan pernah berada di daerah air pasang, saluran air, parit, jurang atau terowongan. Ini sangat berbahaya, karena bisa saja kita dihanyutkan oleh air.
  8. Buanglah semua makanan yang telah terendam oleh air. Air banjir dicemari oleh berbagai bakteri dan kuman.


Bagaimana Cara Melindungi Harta Benda
  1. Menyimpan polis asuransi, dokumen, dan barang-barang lain yang berharga di Deposit box atau ruang di bawah tanah.
  2. Menghindari bangunan.
  3. Meletakkan barang-barang yang mudah rusak oleh banjir ke tempat yang lebih tinggi.
  4. Bangunlah penghalang banjir seperti bendungan, tanggul, dan dinding banjir untuk menghentikan air masuk rumah. Untuk membangunnya kita harus memperhatikan kode bangunan untuk persyaratan keselamatan yang dikeluarkan oleh pemerintah kota atau kabupaten.
  5. Menyegel dinding dengan campuran dasar yang kuat untuk menghindari rembesan air.
  6. Membicarakan tentang konstruksi bangunan untuk mendapatkan informasi lebih lanjut untuk mengurangi kerusakan pada saat banjir.


Media dan Gagasan Pendidikan Masyarakat
  1. Apakah semua anggota masyarakat sudah tergabung dengan program asuransi banjir. Jika belum, perlu didiskusikan dengan agen asuransi. Kita juga perlu menghubungi Palang Merah Indonesia dan kantor yang mengurus kedaruratan untuk meminta informasi seputar cara menghadapi banjir.
  2. Menerbitkan suatu bagian khusus di surat kabar lokal dengan informasi mengenai keadaan darurat banjir atau air bah.
  3. Menanyakan daerah dataran tinggi yang sewaktu-waktu akan dipergunakan sebagai daerah pengungsian jika terjadi banjir.
  4. Kita perlu mengetahui tentang perbedaan antara peringatan dan pemantauan yang disiarkan melalui radio atau tv.
  5. Menerbitkan rute pengungsian keadaan darurat untuk daerah yang cenderung akan menggenang.


Yang Harus Diperbuat Sebelum Banjir
  1. Jika hujan terus menerus selama beberapa jam, waspadai terhadap kemungkinan terjadinya banjir.
  2. Menggunakan radio dan tv untuk memantau perkembangan yang sedang terjadi tentang kemungkinan banjir.
  3. Jika sedang memarkir kendaraan, disarankan untuk menjauh dari parit atau sungai.


Yang Sebaiknya Dilakukan Selama Banjir
  1. Mendengarkan radio atau televisi yang melaporkan perkembangan banjir di wilayah kita.
  2. Semua orang harus menyiapkan kebutuhan untuk bertindak lebih cepat. Banjir dan air bah dapat terjadi dengan cepat dan tanpa peringatan. Jadi kita harus bertindak dengan seketika.
  3. Waspadalah mereka yang ada di daerah rendah agar siap-siap mengungsi ke dataran tinggi dengan segera.
  4. Menuruti nasehat dari pemerintah dan otoritas lokal yang memberi tahu tentang daerah banjir.


Yang Harus Diperbuat Setelah Banjir
  1. Mencari tempat perawatan medis yang diperlukan di rumah sakit yang terdekat. Air yang tercemar memungkinkan terjadinya infeksi lebih besar. Luka-luka perlu mendapatkan perhatian medis.
  2. Memberi bantuan kepada yang membutuhkan bantuan khusus, seperti bayi, orang tua jompo, dan orang dengan kecacatan.
  3. Menghindari wilayah banjir. Sehingga terhindar dari tanah longsor, jalan retak, lumpur, dan resiko lainnya.
  4. Melanjutkan mendengarkan siaran radio dan televisi, untuk mendengarkan informasi terkini.
  5. Memperhatikan bangunan rumah. Banjir sering mengikis dasar bangunan, sehingga bisa menyebabkan bangunan roboh.
  6. Menghindari memasuki bangunan sebelum pejabat lokal memberi izin dan menyatakan aman.
  7. Memeriksa saluran gas dan aliran listrik, untuk menghindari kebakaran.
  8. Membuat laporan atas kerusakan bangunan dan harta benda untuk mendapat klaim dari asuransi.
  9. Menguji dinding, lantai, pintu, tangga rumah, dan jendela untuk meyakinkan bahwa bangunan tidak dalam bahaya dari roboh.
  10. Hati-hati terhadap binatang berbisa, terutama ular beracun yang mungkin masuk kerumah karena terbawa oleh air.